Mencetak Generasi Yang Seimbang Iman, Ilmu, dan Amalnya

Sabtu, 23 April 2011

Perkembangan Peserta Didik
agar anak senang besekolah dan terhindar dari masalah, pahami tahap perkembangan anak dari kelas I hingga kelas VI, menurut konselor Ristriarie Kusumaningrum, M.Psi., tahapannya sebagai berikut:
·  Kelas I
Usai anak biasanya 6 th atau lebih. Diawal tahun ajaran baru, anak anak akan merasa waktu belajarnaya panjang dan lama, sehingga mereka mudah lelah dan sering bertanya kapan waktunya pulang. Lamanya fase penyesuaian sekitar 3 – 4 minggu. Sebaiknya di rentang waktu tersebut pihak sekolah lebih banyak memperkenalkan:
a)      lingkungan baru kepada anak
b)      mengenal teman sekelas
c)      memperkenalkan fasilitas yang ada di sekolah
d)     materi belajarnya juga dilakukan dengan bermain
hindari pekerjaan rumah (PR), terutama anak anak yang baru masuk sekolah. Anak lebih mudah mengerti instruksi yang diberikan dalam bentuk kalimat pendek dan sederhana. Sangat percaya pda gurunya, semu a hal yang dikatakan guru adalah benar. Tak heran anak suka kesal jika orang tua tak mau mengerjakan tugas sesuai dengan yang diajarkan guru di sekolah
anak anak pada masa ini senang bermain kelompok, tapi sering kesal dengan teman teman yang maunya menang sendiri. Masih suka mengadu jika ada perbuatan temannya yang kurang baik, karena mereka belum mengetahui bagaimana menilai orang lain. Mereka perlu aturan yang jelas dan dilakukan secara konsisten agar dapat berperilaku baik, lebih menyukai perilaku positifnya saja yang diperhatikan
Tip buat orang tua / wali / pengampu kelas I:
·      Banyak memperhatikan dan merespon sikap positif anak
·      Jika ada sesuatu yang baru, bantu anak menyiapkannya lebih dahulu. Contoh, di TK dia tidak mengenal ujian. Nah, masuk kelas 1 SD, dia akanmenghadapi ujian (ujian harian, tengah semester, akhir semester). Beri pengertian, “dengan adanya ujian, kamu bisa mengetahui, apakah sudah paham atau belum materi yang guru berikan setiap hari
·      Berkomunikasi dengan guru / wali kelas / wali siswa mengenai materi pelajaran dan metodenya yang diberikan pada anak
·      Ajari anak caranya bekerja dan belajar dalam kelompok; bagaimana berbagi tugas dengan teman, berbicara, dan mendengarkan pendapat teman
·      Ajari anak menilai temannya, baik atau tidak, cocok atau tidak dengan lingkungan. Ajarkan juga asertif ( berani menolak bila dikasari atau mendapat perlakuan negatif)
·  Kelas II
Umumnya sudah lebih tenang, lebih banyak diam, dan lebih teratur; juga lebih menguasai ketrampilan akademik dan siap mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari hari. Kadang sangat sensitif terutama yang berhubungan dengan perasaan, sehingga seringkali moody
Anak tetap membutuhkan ruang untuk bergerak dan bereksplorasi. Jadi sistem belajarnya tetap harus lebih aktif secara fisik agar anak tidak bosan. Anak mulai bersahabat dengan 1 – 2 orang meski hanya bertahan sebentar. Anak cenderung memilih teman yang banyak persamaan dengan dirinya. Jika terjadi konflik, masih butuh bantuan untuk mamahami kesalahannya. Senang bekerja kelompok; mulai berusaha keras untuk menjadi teman yang baik agar tetap menjadi bagian dari teman temannya
Pemahaman anak terhadap konsep abstrak seperti konsep matematika klasifikasi semakin baik, sehingga membuat mereka sering mengklasifikasikan teman teman yang berbeda, semisal anak laki laki mainnya dengan anak laki laki dan sebaliknya
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
Dalam membantu anak mengatasi konfliknya dengan teman, ajukan pertanyaan seperti, “apa yang terjadi ?”, “bagaimana kira kira perasaan temanku ?”, bagaimanakah aku dapat memperbaikinya ?”. beri pengertian dan latih anak untuk dapat melihat bahwa setiap orang diciptakan berbeda, masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan
       
·  Kelas III
Rasa percaya diri makin bertambah, anak merasa harus sukses atau ia akan kehilangan rasa kepercayaan dirinya. Sikapnya masih mendua antara positif dan negatif. Anak tahu, ada orang dewasa yang senang dan tidak senang dengan sikapnya.
Persahabatan dengan teman mulai bertahan lama; mulai mengembangkan rasa suka dan tidak suka dengan orang lain atau hal lain seperti musik, olahraga, dll.
Mampu berfikir sistematis, logis, dan dapat mengerjakan beberapa tugas; senang dengan kegiatan menulis dan mengarang karena mereka sudah cukup terampil melakukannya. Mampu mendramatisasi segala hal. Misalnya, bercerita tentang salah seorang teman, tetapi ceritanya belum tentu benar, karena biasanya hanya berupa rekayasa semata. Salurkan kemampuannya ini dengan menulis sekenario atau memproduksi drama bagi teman teman atau adik kelas
Anak senang dan dapat mengikuti percakapan orang dewasa; paham bahwa ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya; ia lebih membutuhkan  pembimbing yang dapat ia hormati
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
Saat bercanda dengan anak gunakan kata kata dan kalimat yang baik, bantu anak dalam memilih sikap yang cocok atas perilakunya yang kurang baik, seringlah ajak anak ke toko buku untuk menanamkan cinta buku sehingga wawasannnya makin luas
·  Kelas IV
Anak mulai kehilangan rasa percaya diri dan menjadi kurang ekspresif, mulai ingin lebih mandiri dari orang tua, guru, dan orang dewasa lain. Mulai memahami perasaan sendiri dan lebih memahami mengapa orang lain melakukan apa yang menurut dia baik untuk dilakukan. Mulai lancar berkomunkasi, termasuk mempengaruhi orang lain.
Minat semakin luas, anakpun mampu berfikir kritis dan analisis. Mulai tertarik dengan hal yang terjadi di dunia luar. Emosi naik turun dan lebih bervariasi. Anak perlu waktu untuk memahami emosinya dan mendiskusikannya dengan orang tua disetiap pertemuan. Pendampingan orang tua / wali / guru dengan cara memberikan nasehat (bukan menggurui) sangatlah penting
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
Jangan tetlalu sering mengkritik anak dan teman temannya, saat ini anak lebih berorientasi pada teman sebaya dan menginginkan penghargaan dari teman teman dalam kelompok, jika ada teman yang dihukum anak akan sekuat mungkin membela karena kekompakan penting baginya, sekalipun ia belum sepenuhnya memahami mengapa temannya dihukum. Anak perlu banyak bimbingan karena mungkin saja ia malah membela teman yang bersalah 
·  Kelas V
Mulai memasuki masa praremaja. Terjadi perubahan bentuk tubuh dan menjadi sensitif karena perubahan tersebut. Hindari memberikan kritik berlebihan tentang perubahan tubuh anak. Mulai tertarik dengan lawan jenis dan lebih siap mengatasi tugas sekolah yang semakin banyak serta berat.
Meski secara fisik sudah terlihat besar, tapi tetap ada bagian dari dirinya yang seperti anak kecil, semisal menangis ketika mengerjakan soal matematika yang sulit, senang dipeluk dan dimanja orang tua. Sebagian ciri ciri remaja mulai terlihat seperti, mudah bosan, suka melawan orang tua tetapi sebenarnya mereka membutuhkan orang tua dan agak terobsesi dengan teman sebaya.
Sering membandingkan hal yang dilakukan orang tua dengan yang dilakukan teman, tidak terlalu percaya pada guru, menganggap guru membosankan dan tidak adil dalam memperlakukan siswa siswanya. Lebih berani mempertanyakan hal yang diminta orang dewasa dan mengungkapkan pendapat sendiri
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
            Harus bisa mengatur emosi jangan mengumbar amarah didepan anak, tetap membuka jalur komunikasi dan lebih berperan sebagai pendengar aktif tunggu waktu yang tepat untuk memberikan nasehat. Jadilah sosok yang dapat diajak bercerita dan membantu menyelesaikan masalah, bukan yang mengatuh hidup anak. Bersikap tegas tetap perlu, namun dalam situasi dan kondisi tertentu harus bisa luwes  
·  Kelas VI
Kondisi anak tidak jauh berbeda dari kelas sebelumnya, namun perubahan bentuk tubuh dan emosi biasanya akan lebih jelas terlihat termasuk emosi yang belum stabil dan ketertarikannya pada lawan jenis
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
Butuh kesabaran lebih dalam menghadapi sikap anak, selain harus lebih banyak mendengarkan. Ajukan pertanyaan yang dapat membuat anak berfikir tentang keputusannya, bukan langsung meberikan solusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 23 April 2011

Perkembangan Peserta Didik
agar anak senang besekolah dan terhindar dari masalah, pahami tahap perkembangan anak dari kelas I hingga kelas VI, menurut konselor Ristriarie Kusumaningrum, M.Psi., tahapannya sebagai berikut:
·  Kelas I
Usai anak biasanya 6 th atau lebih. Diawal tahun ajaran baru, anak anak akan merasa waktu belajarnaya panjang dan lama, sehingga mereka mudah lelah dan sering bertanya kapan waktunya pulang. Lamanya fase penyesuaian sekitar 3 – 4 minggu. Sebaiknya di rentang waktu tersebut pihak sekolah lebih banyak memperkenalkan:
a)      lingkungan baru kepada anak
b)      mengenal teman sekelas
c)      memperkenalkan fasilitas yang ada di sekolah
d)     materi belajarnya juga dilakukan dengan bermain
hindari pekerjaan rumah (PR), terutama anak anak yang baru masuk sekolah. Anak lebih mudah mengerti instruksi yang diberikan dalam bentuk kalimat pendek dan sederhana. Sangat percaya pda gurunya, semu a hal yang dikatakan guru adalah benar. Tak heran anak suka kesal jika orang tua tak mau mengerjakan tugas sesuai dengan yang diajarkan guru di sekolah
anak anak pada masa ini senang bermain kelompok, tapi sering kesal dengan teman teman yang maunya menang sendiri. Masih suka mengadu jika ada perbuatan temannya yang kurang baik, karena mereka belum mengetahui bagaimana menilai orang lain. Mereka perlu aturan yang jelas dan dilakukan secara konsisten agar dapat berperilaku baik, lebih menyukai perilaku positifnya saja yang diperhatikan
Tip buat orang tua / wali / pengampu kelas I:
·      Banyak memperhatikan dan merespon sikap positif anak
·      Jika ada sesuatu yang baru, bantu anak menyiapkannya lebih dahulu. Contoh, di TK dia tidak mengenal ujian. Nah, masuk kelas 1 SD, dia akanmenghadapi ujian (ujian harian, tengah semester, akhir semester). Beri pengertian, “dengan adanya ujian, kamu bisa mengetahui, apakah sudah paham atau belum materi yang guru berikan setiap hari
·      Berkomunikasi dengan guru / wali kelas / wali siswa mengenai materi pelajaran dan metodenya yang diberikan pada anak
·      Ajari anak caranya bekerja dan belajar dalam kelompok; bagaimana berbagi tugas dengan teman, berbicara, dan mendengarkan pendapat teman
·      Ajari anak menilai temannya, baik atau tidak, cocok atau tidak dengan lingkungan. Ajarkan juga asertif ( berani menolak bila dikasari atau mendapat perlakuan negatif)
·  Kelas II
Umumnya sudah lebih tenang, lebih banyak diam, dan lebih teratur; juga lebih menguasai ketrampilan akademik dan siap mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari hari. Kadang sangat sensitif terutama yang berhubungan dengan perasaan, sehingga seringkali moody
Anak tetap membutuhkan ruang untuk bergerak dan bereksplorasi. Jadi sistem belajarnya tetap harus lebih aktif secara fisik agar anak tidak bosan. Anak mulai bersahabat dengan 1 – 2 orang meski hanya bertahan sebentar. Anak cenderung memilih teman yang banyak persamaan dengan dirinya. Jika terjadi konflik, masih butuh bantuan untuk mamahami kesalahannya. Senang bekerja kelompok; mulai berusaha keras untuk menjadi teman yang baik agar tetap menjadi bagian dari teman temannya
Pemahaman anak terhadap konsep abstrak seperti konsep matematika klasifikasi semakin baik, sehingga membuat mereka sering mengklasifikasikan teman teman yang berbeda, semisal anak laki laki mainnya dengan anak laki laki dan sebaliknya
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
Dalam membantu anak mengatasi konfliknya dengan teman, ajukan pertanyaan seperti, “apa yang terjadi ?”, “bagaimana kira kira perasaan temanku ?”, bagaimanakah aku dapat memperbaikinya ?”. beri pengertian dan latih anak untuk dapat melihat bahwa setiap orang diciptakan berbeda, masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan
       
·  Kelas III
Rasa percaya diri makin bertambah, anak merasa harus sukses atau ia akan kehilangan rasa kepercayaan dirinya. Sikapnya masih mendua antara positif dan negatif. Anak tahu, ada orang dewasa yang senang dan tidak senang dengan sikapnya.
Persahabatan dengan teman mulai bertahan lama; mulai mengembangkan rasa suka dan tidak suka dengan orang lain atau hal lain seperti musik, olahraga, dll.
Mampu berfikir sistematis, logis, dan dapat mengerjakan beberapa tugas; senang dengan kegiatan menulis dan mengarang karena mereka sudah cukup terampil melakukannya. Mampu mendramatisasi segala hal. Misalnya, bercerita tentang salah seorang teman, tetapi ceritanya belum tentu benar, karena biasanya hanya berupa rekayasa semata. Salurkan kemampuannya ini dengan menulis sekenario atau memproduksi drama bagi teman teman atau adik kelas
Anak senang dan dapat mengikuti percakapan orang dewasa; paham bahwa ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya; ia lebih membutuhkan  pembimbing yang dapat ia hormati
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
Saat bercanda dengan anak gunakan kata kata dan kalimat yang baik, bantu anak dalam memilih sikap yang cocok atas perilakunya yang kurang baik, seringlah ajak anak ke toko buku untuk menanamkan cinta buku sehingga wawasannnya makin luas
·  Kelas IV
Anak mulai kehilangan rasa percaya diri dan menjadi kurang ekspresif, mulai ingin lebih mandiri dari orang tua, guru, dan orang dewasa lain. Mulai memahami perasaan sendiri dan lebih memahami mengapa orang lain melakukan apa yang menurut dia baik untuk dilakukan. Mulai lancar berkomunkasi, termasuk mempengaruhi orang lain.
Minat semakin luas, anakpun mampu berfikir kritis dan analisis. Mulai tertarik dengan hal yang terjadi di dunia luar. Emosi naik turun dan lebih bervariasi. Anak perlu waktu untuk memahami emosinya dan mendiskusikannya dengan orang tua disetiap pertemuan. Pendampingan orang tua / wali / guru dengan cara memberikan nasehat (bukan menggurui) sangatlah penting
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
Jangan tetlalu sering mengkritik anak dan teman temannya, saat ini anak lebih berorientasi pada teman sebaya dan menginginkan penghargaan dari teman teman dalam kelompok, jika ada teman yang dihukum anak akan sekuat mungkin membela karena kekompakan penting baginya, sekalipun ia belum sepenuhnya memahami mengapa temannya dihukum. Anak perlu banyak bimbingan karena mungkin saja ia malah membela teman yang bersalah 
·  Kelas V
Mulai memasuki masa praremaja. Terjadi perubahan bentuk tubuh dan menjadi sensitif karena perubahan tersebut. Hindari memberikan kritik berlebihan tentang perubahan tubuh anak. Mulai tertarik dengan lawan jenis dan lebih siap mengatasi tugas sekolah yang semakin banyak serta berat.
Meski secara fisik sudah terlihat besar, tapi tetap ada bagian dari dirinya yang seperti anak kecil, semisal menangis ketika mengerjakan soal matematika yang sulit, senang dipeluk dan dimanja orang tua. Sebagian ciri ciri remaja mulai terlihat seperti, mudah bosan, suka melawan orang tua tetapi sebenarnya mereka membutuhkan orang tua dan agak terobsesi dengan teman sebaya.
Sering membandingkan hal yang dilakukan orang tua dengan yang dilakukan teman, tidak terlalu percaya pada guru, menganggap guru membosankan dan tidak adil dalam memperlakukan siswa siswanya. Lebih berani mempertanyakan hal yang diminta orang dewasa dan mengungkapkan pendapat sendiri
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
            Harus bisa mengatur emosi jangan mengumbar amarah didepan anak, tetap membuka jalur komunikasi dan lebih berperan sebagai pendengar aktif tunggu waktu yang tepat untuk memberikan nasehat. Jadilah sosok yang dapat diajak bercerita dan membantu menyelesaikan masalah, bukan yang mengatuh hidup anak. Bersikap tegas tetap perlu, namun dalam situasi dan kondisi tertentu harus bisa luwes  
·  Kelas VI
Kondisi anak tidak jauh berbeda dari kelas sebelumnya, namun perubahan bentuk tubuh dan emosi biasanya akan lebih jelas terlihat termasuk emosi yang belum stabil dan ketertarikannya pada lawan jenis
Tip buat orang tua / wali kelas / guru pengampu mapel
Butuh kesabaran lebih dalam menghadapi sikap anak, selain harus lebih banyak mendengarkan. Ajukan pertanyaan yang dapat membuat anak berfikir tentang keputusannya, bukan langsung meberikan solusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SDIT Jabal Nur Sahabat Alam

SDIT Jabal Nur Sahabat Alam Allah menciptakan alam semesta dengan indahnya. Bumi yang megah dihiasi berbagai macam panorama alam menambah...